Beranda/Wawasan

Wawasan

Pandangan dari lapangan.

Pandangan tim kami atas persoalan teknis dan komersial yang membentuk industri bioenergi, gas, dan proses di Indonesia. Ditulis oleh insinyur yang pernah merancang, mengoperasikan, dan menilai pabriknya.

Peralatan proses pabrik bioetanol

Opini terbit · Katadata.co.id

Bioenergi & Transisi Energi · 9 September 2026

Bioetanol Tidak Butuh Subsidi, tapi Butuh Tiga Kepastian

Oleh Anggit Saputra Dwipramana · Insinyur Proses dan Konsultan Bioenergi, PT Tekalumni Konsultan

Artikel berbahasa Indonesia. Ringkasan di bawah ini.

Mandatori pencampuran bioetanol di Indonesia tidak membutuhkan subsidi pemerintah untuk berhasil. Yang dibutuhkan adalah kepastian yang cukup bagi investor swasta untuk membangun kapasitas etanol fuel grade, yang saat ini masih jauh di bawah kebutuhan program E5.

Artikel ini menguraikan tiga kepastian yang dibutuhkan pasar:

  • Kepastian harga bahan baku. Kaitkan harga molases dengan harga indeks pasar bioetanol (HIP) sebagai porsi tetap, lengkap dengan batas bawah dan batas atas, seperti model Consecana di Brasil.
  • Biaya konversi yang transparan. Susun komponen biaya konversi dalam formula HIP secara terbuka dari struktur biaya pabrik acuan, lalu tinjau setiap dua tahun.
  • Kepastian volume serapan jangka panjang. Lengkapi mandatori persentase dengan perjanjian pembelian minimal sepuluh tahun bersama Pertamina, agar pabrik dapat dibiayai.

Kenapa ini pentingPertanyaan yang sama kami uji dalam studi kelayakan bankable untuk pabrik bioetanol: keamanan bahan baku, formula harga yang dapat dipertahankan, dan skema serapan yang diterima lender.

Tulisan berikutnya menyusul.

Kami akan menerbitkan tulisan lain seputar bioenergi, gas dan LNG, serta penilaian teknis independen. Untuk berdiskusi mengenai topik ini, hubungi tim kami.

Hubungi kami

Merencanakan proyek bioetanol atau bioenergi?